IT-teknologi untuk informasi-imajinasi-inspirasi by Lendy Widayana

5 Juni , 2007

[2007] IT Leadership Diperlukan Semua Pemimpin Jaman Sekarang

Diarsipkan di bawah: Arsip IT public knowledge-sharing — dontmissit @ 5:13 pm

Sumber Arsip : SuaraSurabaya.Net, 10 Mei 2007

A vision without action is only a dream.
Begitulah kata pepatah. Banyak sekali pemimpin mulai dari pemerintahan sampai ke tingkat perusahaan yang menyatakan bahwa di era ini teknologi informasi komunikasi sangat penting dan strategis. Namun pernyataan itu akhirnya hanya menjadi bunga-bunga retorika belaka. Hanya sebatas visi dan tidak mengetahui apa dan bagaimana mewujudkannya.

Dalam berbagai seminar dan training saya sering menyinggung mengenai apa yang disebut sebagai IT Leadership (kepemimpinan dalam IT). Pernyataan itu sering pula mengundang pertanyaan banyak orang, apa dan bagaimana kepemimpinan yang efektif dengan IT. Tidak berbeda dengan praktek leadership yang lazim, yaitu bagaimana membawa visi dan misi bersama orang-orang yang tepat untuk mencapai tujuan. Pertanyaan lain adalah siapa yang memerlukan IT leadership ? Jawabannya adalah semua pimpinan organisasi jaman sekarang. Ini adalah tuntutan jaman yang tidak dapat ditawar. 

IT leadership adalah “perangkat” pemimpin yang ingin mencapai tujuan dari visi dengan “sumber energi” dua macam kelompok. Kelompok pertama adalah orang-orang yang tepat dalam mengerti teknologi informasi. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang muda yang enerjik dan hadir dengan paradigma baru. Paradigma jaman sekarang yang sebal dengan ketidakpratisan, yang tahu bagaimana men-develop teknologi. Kelompok lain yaitu mereka yang penuh dengan akal dan antusiasme bagaimana “memperkuda” habis-habis an teknologi informasi untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Kedua kelompok itulah “sumber energi” pemimpin jaman sekarang. 

Seorang pemimpin yang baik adalah melihat dengan helicopter view, dari semua sumber daya. Artinya, yang gagap teknologi (gaptek) bukan dipinggirkan, tetapi diberdayakan oleh “sumber energi” tadi agar mereka juga dapat ikut dalam gerbong yang ditarik oleh lokomotif sang pemimpin. Pemberdayaan yang paling mendasar adalah membangun kepercayaan bahwa teknologi informasi komunikasi dapat menjadi kekuatan perusahaan tidak saja untuk bertahan, tetapi untuk membuat berbagai lompatan. Karena tanpa kepercayaan seperti itu, tidak akan timbul antusiasme untuk belajar dari mereka yang belum mengenal teknologi informasi. 

Era sekarang memerlukan atmosfir learning organization (organisasi pembelajar) di semua perusahaaan atau organisasi. Inipun memerlukan contoh dan bukti dari sang pemimpin. Bahwa dengan belajar terus menerus ada hasil dan kemajuan. Tiap saat selalu ada teknologi baru yang lebih baik, lebih murah dan lebih cepat. Inilah yang perlu terus dipelajari. Pemberdayaan manusia dalam IT adalah model partisipatif. Karena pengguna dalam IT adalah pelaku utama. Oleh dan untuk mereka itulah teknologi digunakan. 

Pada prakteknya, agar kekinian teknologi dapat terus diikuti dan semua orang dapat mengetahui dan terlibat di dalamnya, organisasi memerlukan knowledge-sharing tentang teknologi informasi komunikasi secara periodik yang melibatkan semua unsur organisasi. Ada konsekuensi bahwa kita semua harus menyediakan waktu untuk itu. IT leadership harus membawa organisasi ke tingkat pemahaman teknologi informasi yang makin baik dan membuat organisasi menjadi lebih kreatif, inovatif dan menghasilkan tentunya.

IT Leadership di pemerintahan

Dari berbagai dewan, tim dan lembaga yang pernah dibentuk pemerintah untuk mengakselerasi penggunaan teknologi informasi komunikasi, sebenarnya lebih efektif jika semua kebijakan itu selalu melibatkan komunitas. Terdapat ratusan komunitas teknologi informasi komunikasi di negara ini yang berinteraksi di Internet.

Komunitas adalah pelaku sekaligus agent of change dari perubahan. Kemampuan interaksi dan dialektika pemerintah dengan komunitas secara langsung adalah wujud bahwa pemerintah juga peduli kepada rakyatnya di sektor yang sangat strategis ini. Internet adalah jejaring dengan kekuatan yang mengakar sampai ke masyarakat bawah sekalipun. Ada budaya komunitas partisipatif yang sangat kuat di situ. Namun sudah lebih dari sepuluh tahun Internet ada di Indonesia, kemampuan pemerintah mengadopsi kekuatan Internet masih sangat lamban. Hal ini bisa jadi karena pemerintah sendiri belum memiliki visi yang jelas dan konsisten untuk memberdayakan ekonomi masyarakat melalui teknologi informasi komunikasi.

Terbatasnya anggaran pemerintah di sektor teknologi informasi komunikasi bukanlah alasan yang tepat. Tetapi kemampuan pemerintah pusat sampai ke daerah menggalang partisipasi masyarakat di sektor ini yang tidak dikembangkan. IT leadership memang diperlukan semua pemimpin yang mau dan mampu bertindak dengan konkrit.

LENDY WIDAYANA
Managing Partner IndonesiaDiscovery Research & Documentary  

1 Komentar »

  1. aku ini penjaga warnet tapi aku sich belum sepenuhnya mengerti kegunaan dari internet
    hanya aj saya dapat belajar dari internet tentang pelajaran sekolah

    Komentar oleh digta — 22 Februari , 2008 @ 3:22 pm


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.