<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>IT-teknologi untuk informasi-imajinasi-inspirasi by Lendy Widayana</title>
	<atom:link href="http://dontmissit.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dontmissit.wordpress.com</link>
	<description>Notes of Lendy Widayana - Indonesia Discovery about information communication technology</description>
	<pubDate>Sun, 20 Jan 2008 07:20:05 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>[2007] Ekonomi baru Internet (1). Dibangun dari Semangat Sharing (berbagi) dan Kolaboratif.</title>
		<link>http://dontmissit.wordpress.com/2007/12/28/ekonomi-baru-internet-1-dibangun-dari-semangat-sharing-berbagi-dan-kolaboratif/</link>
		<comments>http://dontmissit.wordpress.com/2007/12/28/ekonomi-baru-internet-1-dibangun-dari-semangat-sharing-berbagi-dan-kolaboratif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 07:14:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dontmissit</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Arsip IT public knowledge-sharing]]></category>

		<category><![CDATA[Internet '90 - sekarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dontmissit.wordpress.com/2007/12/28/ekonomi-baru-internet-1-dibangun-dari-semangat-sharing-berbagi-dan-kolaboratif/</guid>
		<description><![CDATA[Sumber Arsip : SuaraSurabaya.net 27 Desember 2007
Di Internet memang tidak perlu takut melepas ide atau karya digital apapun kepada publik. Rasa kuatir bahwa karya akan dijiplak oleh orang lain hanya cocok bagi pihak yang kreativitasnya terbatas.
Melempar ide atau karya juga perlu sasaran bidik yang tepat. Untuk hal satu ini kemampuan observasi pada semua simpul komunitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sumber Arsip : SuaraSurabaya.net 27 Desember 2007</p>
<p><i>Di Internet memang tidak perlu takut melepas ide atau karya digital apapun kepada publik. Rasa kuatir bahwa karya akan dijiplak oleh orang lain hanya cocok bagi pihak yang kreativitasnya terbatas.</i></p>
<p><i>Melempar ide atau karya juga perlu sasaran bidik yang tepat. Untuk hal satu ini kemampuan observasi pada semua simpul komunitas sangat menentukan keberhasilan. Milyaran orang saat ini terhubung melalui Internet. Tidak hanya sebagai konsumen informasi, siapapun kini dapat menjadi pelaku yang sangat diuntungkan dalam ekonomi Internet. Keuntungan ekonomis jelas ada, namun untuk mengerti apa dan bagaimana bentuknya Anda perlu bergaul akrab dengan &#8220;dunia lain&#8221; ini.</i></p>
<p>Walau masih dalam lingkup terbatas, semangat dasar yang melatarbelakangi lahirnya Internet yang diawali oleh ARPANET tahun &#8216;60 an adalah kebutuhan untuk <i>sharing</i> (berbagi) dan bekerja secara kolaboratif. Akar budaya <i>sharing</i> melalui jaringan informasi komunikasi itu berkembang terus hingga sekarang dan menjadi kekuatan perubahan ekonomi-bisnis, sosial, politik dan semua tatanan mapan planet ini. Menariknya, sejak lima tahun terakhir entitas <i>sharing</i> tidak lagi terbatas pada sesama kelompok minat, namun menjadi sangat terbuka bagi publik.</p>
<p>Sang kreator World Wide Web, <b>Tim Berners-Lee</b> menyatakan kepada media Inggris &#8220;Computing&#8221; bulan Desember 2007, bahwa pelaku bisnis perlu mengadaptasi evolusi cepat Internet. Internet tidak lagi menjadi sebuah <i>tools</i> melainkan melahirkan fenomena tantangan-tantangan baru bagi bisnis. Bagi penulis, tantangan model baru itu adalah ekonomi yang dibangun atas kekuatan komunitas kepada individu, dan individu kepada komunitas.</p>
<p><b>Berbagi karya dan keuntungan bersama.</b></p>
<p>Pengembangan perangkat lunak <i>open source </i>gratis <i>(free open source software)</i> adalah model buah kerjasama yang erat di antara para pengembang individu maupun korporat pada sektor perangkat lunak dengan model arsitektur terbuka ini. Kalau hasil karya tersebut gratis, dari mana para pengembang software ini mendapatkan hasil ? Kekuatan <i>sharing</i> dan kolaborasi malahan secara tidak langsung menghasilkan dampak ekonomis yang luar biasa. Konsistensi dan kualitas karya komunitas ini mengantar mereka baik secara individu maupun kelompok yang pada gilirannya mendapat kepercayaan besar dari banyak perusahaan riset teknologi informasi komunikasi kelas dunia.</p>
<p>Di lingkup pendidikan, selain soal teknis yang diasah, semangat <i>sharing</i> dan strategi kolaborasi online inilah yang juga perlu ditekuni mulai dari sekolah menengah sampai pendidikan tinggi informatika di Indonesia. Karena Internet bukan hanya milik domain teknologi informasi komunikasi, proses menguasai kolaborasi secara online tentu juga diperlukan bagi bidang lain di luar teknologi informasi komunikasi.</p>
<p><b>Interaksi dan koloborasi virtual.</b></p>
<p>Lingkungan kita di Indonesia memang belum semuanya serba online. Manfaat ekonomis langsung dengan cara online memang belum masuk ke semua bidang kehidupan. Ini realita hari ini yang tidak perlu dipaksakan. Tetapi peluang besar tetap ada jika kita mau memadukan antara realitas online dan offline.</p>
<p>Kisah menarik datang dari <b>Keo Budiharijanto</b>, seorang perupa nasional yang di mata penulis adalah sosok yang sangat rendah hati. Keo, panggilan akrabnya mengaku banyak mendapatkan inspirasi baru setelah ia menelusuri berbagai sumber informasi seni rupa dunia barat dan timur di Internet. Inspirasi baru itu ia tuangkan dalam karya pointilisme yang ia anut. Buah karya hasil inovasi barunya ia pamerkan di berbagai galeri seni dan mendapat apresiasi publik.</p>
<p>Uniknya lagi, walau ia tidak selalu berinteraksi secara langsung dengan sesama pengguna, Keo menuturkan bahwa dengan Internet ia merasa berdialog dengan banyak &#8220;nyawa&#8221;. Lebih ekstrim lagi, ia beranggapan bahwa ada kolaborasi virtual yang ia rasakan dan pikirkan.</p>
<p>Memang, informasi dan pengetahuan di Internet akan menjadi hidup jika kita memang secara intens berada di dalamnya. Tidak cukup hanya dengan membaca dari literatur atau dengar dari orang lain. Inilah yang penulis maksud dibagian awal tulisan ini. Sudahkah anda bergaul akrab dan berkolaborasi dengan &#8220;dunia&#8221;ini ?</p>
<p><b>LENDY WIDAYANA</b>,<br />
Managing Partner IndonesiaDiscovery Research &amp; Documentary.<br />
<i>lendy@indonesiadiscovery.net</i></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dontmissit.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dontmissit.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dontmissit.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dontmissit.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dontmissit.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dontmissit.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dontmissit.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dontmissit.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dontmissit.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dontmissit.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dontmissit.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dontmissit.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dontmissit.wordpress.com&blog=632510&post=29&subd=dontmissit&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dontmissit.wordpress.com/2007/12/28/ekonomi-baru-internet-1-dibangun-dari-semangat-sharing-berbagi-dan-kolaboratif/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>[2007] Memasuki Jaman IT as a Service - Peluang Besar Bisnis Data Center Belum Banyak Dilirik</title>
		<link>http://dontmissit.wordpress.com/2007/10/26/memasuki-jaman-it-as-a-service-peluang-besar-bisnis-data-center-belum-banyak-dilirik/</link>
		<comments>http://dontmissit.wordpress.com/2007/10/26/memasuki-jaman-it-as-a-service-peluang-besar-bisnis-data-center-belum-banyak-dilirik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Oct 2007 07:08:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dontmissit</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Arsip IT public knowledge-sharing]]></category>

		<category><![CDATA[Internet '90 - sekarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dontmissit.wordpress.com/2007/10/26/memasuki-jaman-it-as-a-service-peluang-besar-bisnis-data-center-belum-banyak-dilirik/</guid>
		<description><![CDATA[Sumber arsip : SuaraSurabaya.Net 25 Oktober 2007
Setelah penetrasi Internet makin merebak dan dengan akses yang makin cepat, bisnis penyimpanan konten makin mempunyai ruang gerak. Baik konten lokal maupun konten asing yang diperlukan di Indonesia makin memerlukan tempat penyimpanan (storage). Keberadaan data center di setiap simpul yang padat pengakses Internet semakin diperlukan demi kecepatan layanan berbagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sumber arsip : SuaraSurabaya.Net 25 Oktober 2007</p>
<p>Setelah penetrasi Internet makin merebak dan dengan akses yang makin cepat, bisnis penyimpanan konten makin mempunyai ruang gerak. Baik konten lokal maupun konten asing yang diperlukan di Indonesia makin memerlukan tempat penyimpanan <i>(storage)</i>. Keberadaan <i>data center</i> di setiap simpul yang padat pengakses Internet semakin diperlukan demi kecepatan layanan berbagai informasi mulai dari permainan (games), hiburan, berita dan pendidikan.</p>
<p>Menurut Frost &amp; Sullivan seperti dilansir SDA Asia Magazine September lalu, nilai pasar data center di Indonesia tahun 2010 diperkirakan mencapai USD 146,5 juta.</p>
<p>Dalam strategi makro, kita tilik sebentar apa kata Russell Ackoff seorang pakar dalam perubahan organisasi yang mengatakan dalam <i>Journal of Applies Systems Analysis (1989)</i>. Ia berpendapat bahwa pemikiran manusia dapat dikategorikan dengan hirarki ; adanya data, yang kemudian diolah menjadi informasi. Lalu sintesa informasi yang diaplikasikan akhirnya menjadi knowledge (pengetahuan dilengkapi dengan pengalaman). Jadi kita tidak mungkin memperoleh <i>knowledge</i> yang unggul jika data dan informasi belum terpenuhi. Tujuan menjadi <i>knowledge based society</i> tidak akan terjadi jika sturktur data tidak tertata menjadi struktur <i>knowledge</i> bagi bangsa kita.</p>
<p>Data center yang tersedia dalam jumlah banyak di Indonesia akan membuat interkoneksi struktur seluruh data hingga <i>knowledge</i> yang ada secara online makin mudah dan cepat diakses bagi kepentingan domestik. Singkatnya, dalam urusan infrastruktur koneksi Internet sampai ke masalah konten dan penyimpanannya, semuanya dari dan oleh kita sendiri di Indonesia.</p>
<p>Dengan demikian laba ekonomi Internet tidak selalu lari ke kantong bangsa lain seperti yang terjadi sekarang. Lihat saja, sebuah <i>brand</i> operator lokal yang pemiliknya sudah bukan lagi lokal, gencar beriklan di friendster.com yang juga punya orang luar. Untuk mengakses situs itu kita perlu pula membayar <i>bandwidth</i> internasional ke negara lain. Jadi kita di Indonesia hanya menjadi pasar potensial yang &#8220;menyetor&#8221; ke kantong sang pemilik di luar negeri. Perlahan tapi pasti kondisi ini bisa diubah dengan cara melihat secara jeli bagaimana setiap simpul data dapat mempunyai nilai ekonomis domestik.</p>
<p><b>Menyabet Peluang</b></p>
<p>Beberapa teman pengusaha IT sering mengajak diskusi dan melontarkan pertanyaan tajam soal nilai strategis dan ekonomis sebuah data center. Rangkuman jawaban saya seperti yang saya urai di bawah ini.</p>
<p>Bagi merek multinasional yang melihat pengakses Internet Indonesia sebagai pasar mereka tentu memerlukan data center di Indonesia yang dekat dengan pengaksesnya.  Pada skala regional, tumbuhnya berbagai data center di masing-masing daerah sebenarnya juga menjadikan perputaran uang bisnis digital kategori ini tidak perlu &#8220;lari&#8221; keluar daerah atau ke luar negeri. Data center dapat menjadi katalisator bagi berbagai bisnis yang berkaitan dengan informasi online diseluruh sektor.</p>
<p>Sebagai sarana <i>hosting</i> untuk menyimpan berbagai konten web pelanggan, layanan jenis ini adalah layanan standar yang umum diberikan data center. Terdapat ribuan <i>reseller</i> jasa web hosting luar negeri yang menjajakan jasanya di Indonesia. Kehadiran data center lokal dengan harga yang juga kompetitif di dalam negeri akan mengurangi <i>capital flight</i> dari Indonesia ke luar.</p>
<p>Semakin banyaknya aplikasi berbasis IP <i>(Internet Protocol)</i> kebutuhan akan data center multimedia untuk melayani aplikasi teks, suara, gambar/foto dan video menjadi semakin meningkat. Sejalan dengan pertumbuhan pengakses di Internet tengok saja www.crhear.com atau wwitv.com yang berisi direktori radio dan televisi di Internet yang terus bertambah. Fakta ini makin memperkuat  bahwa Internet semakin eksis menjadi sebuah media.</p>
<p>Sekarang memang jamannya <i>IT as a Service</i>. IT adalah layanan yang ada secara terintegrasi dengan bisnis. Namum masing-masing berada pada kompetensi utamanya. Ke depan, dengan makin murahnya akses Internet pita lebar <i>(broadband)</i> akan lebih efisien jika  data korporat di letakkan secara alih daya <i>(outsourcing)</i> di sebuah layanan data center. Faktor efisiensi adalah dari pemakaian energi listrik, pendingin, perawatan integritas dan keamanan data. Selain itu perusahaan pelanggan data center juga tidak perlu lagi selalu harus memikirkan investasi server berikut infrasturkturnya.</p>
<p>Seperti yang dilakukan oleh pemain data center kelas dunia seperti SAVVIS yang bekerjasama dengan Entellium pembuat software <i>CRM (Customer Relationship Management)</i>. Selain menjadi fasilitas fisik dan virtual penyimpanan data, sebuah data center akan memperoleh nilai tambah yang tidak sedikit jika bersinergi dengan solusi bisnis aplikasi yang bersifat online seperti <i>ERP (enterprise resource planning)</i> online. Aplikasi solusi bisnis seperti ERP dan CRM ke depan memang akan banyak ditawarkan dengan sistem sewa. Perusahaan tidak lagi perlu investasi perangkat lunak. Karena semua sudah online dengan kecepatan tinggi, cukup sewa pemakaian perangkat lunak dalam terms periode waktu atau volume transaksi.</p>
<p>Dalam perkembangan dunia <i>free and open source software (FOSS)</i> selain dapat menyediakan secara gratis, data center juga mempunyai peluang menjadi implementator perangkat lunak tak berbayar ini. Memang FOSS adalah gratis secara software, namun implementasi dan perawatannya secara sistem tetap memerlukan biaya. Inilah peluang pendapatan dari sektor jasa sebuah data center.</p>
<p>Layanan <i>backup and recovery</i> bagi pengguna data center adalah unit pendapatan lain data center yang selain sebagai fasilitas penyimpanan sekaligus menjaga integritas data pelanggan. Penyimpanan data klien dapat bersifat primer atau sekunder sebagai <i>mirror backup</i>. Pasar di sektor ini adalah perusahaan yang telah menerapkan <i>IT disaster risk management,</i>. Banyak perusahaan skala besar saat ini telah menyadari bahwa manajemen bencana khususnya untuk melindungi data mereka menjadi sebuah prioritas.</p>
<p>Harus diakui bahwa perkembangan penetrasi telepon seluler di Indonesia lebih cepat ketimbang Internet. Fakta ini juga menjadi peluang bagi data center untuk memfasilitasi konten SMS dan konten dalam aplikasi mobile yang terus bergerak naik.</p>
<p><b>Berbisnis Data Center</b></p>
<p>Membangun bisnis data center memang memerlukan modal yang tidak sedikit. Perlu infrastruktur teknologi perangkat keras dan lunak, SDM yang mumpuni, dan beberapa akses Internet pita lebar. Uang banyak dan uang <i>&#8220;nganggur&#8221; (idle fund)</i> sekalipun tidak cukup. Yang penting adalah visi dan kesanggupan membaca peluang ini selama minimal sepuluh tahun ke depan. Karena memerlukan dana besar, dapat saja dibuat usaha patungan atau model <i>incorporated</i>.</p>
<p>Pemegang saham yang tepat adalah mereka yang mempunyai Internet <i>entrepreneurship</i> dalam bidang jasa yang kuat. Bisa juga mengajak mitra dengan mereka yang sudah terbiasa berbisnis di sektor informasi. Mengapa demikian? Karena bisnis data center adalah bisnis kepercayaan. Sarat dengan faktor jaminan kontinyuitas bisnis sang pelaku.</p>
<p>Apakah bisa menggandeng operator telekomunikasi besar? Bisa ya, bisa tidak. Dengan kian tajamnya persaingan operator telekomunikasi, energi mereka sudah tersedot banyak untuk meraih pelanggan dan memperluas penetrasi. Jadi dengan operator lebih cocok jika melakukan sinergi pasar, agar supaya masing-masing pihak dapat berkonsentrasi dengan bisnis intinya.</p>
<p>Melihat beberapa syarat yang tidak mudah dimasuki oleh setiap pelaku bisnis, maka hanya mereka yang punya <i>sense</i> dan dapat menangkap peluang ini yang dapat berhasil. Secara alami, memasuki sebuah bisnis yang tidak mudah dimasuki orang lain memberi peluang berhasil menjadi lebih besar. Selebihnya ya <i>business as usual</i>, silakan dicermati berapa nilai riil bisnis dari sederet peluang-peluang di atas.</p>
<p><b>LENDY WIDAYANA</b>,<br />
Managing Partner IndonesiaDiscovery Research &amp; Documentary.<br />
<i>lendy@indonesiadiscovery.net</i></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dontmissit.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dontmissit.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dontmissit.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dontmissit.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dontmissit.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dontmissit.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dontmissit.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dontmissit.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dontmissit.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dontmissit.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dontmissit.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dontmissit.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dontmissit.wordpress.com&blog=632510&post=28&subd=dontmissit&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dontmissit.wordpress.com/2007/10/26/memasuki-jaman-it-as-a-service-peluang-besar-bisnis-data-center-belum-banyak-dilirik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>[2007] Internet Mempengaruhi Keputusan untuk Membeli</title>
		<link>http://dontmissit.wordpress.com/2007/09/04/internet-mempengaruhi-keputusan-untuk-membeli/</link>
		<comments>http://dontmissit.wordpress.com/2007/09/04/internet-mempengaruhi-keputusan-untuk-membeli/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Sep 2007 18:36:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dontmissit</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Arsip IT public knowledge-sharing]]></category>

		<category><![CDATA[Internet '90 - sekarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dontmissit.wordpress.com/2007/09/04/internet-mempengaruhi-keputusan-untuk-membeli/</guid>
		<description><![CDATA[Sumber Arsip : SuaraSurabaya.Net, 3 September 2007.
&#8220;Kalau tidak percaya, tanya toko sebelah&#8221; kalimat yang sekarang sering menjadi gurauan itu berasal dari kenyataan sehari-hari yang mengingatkan saya ketika masih sekolah menengah sering mencari komponen elektronika di lingkungan pusat perdagangan elektronik Glodok, Jakarta. Intinya setiap toko berusaha meyakinkan calon pembeli bahwa harga dialah yang paling murah.
Adanya Internet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sumber Arsip : SuaraSurabaya.Net, 3 September 2007.</p>
<p>&#8220;Kalau tidak percaya, tanya toko sebelah&#8221; kalimat yang sekarang sering menjadi gurauan itu berasal dari kenyataan sehari-hari yang mengingatkan saya ketika masih sekolah menengah sering mencari komponen elektronika di lingkungan pusat perdagangan elektronik Glodok, Jakarta. Intinya setiap toko berusaha meyakinkan calon pembeli bahwa harga dialah yang paling murah.</p>
<p>Adanya Internet saat ini membuat semua hal semakin transparan. Ada dua sisi yang mempunyai kepentingan. Produsen semakin ingin menjangkau pasar secara langsung. Konsumen semakin mudah mendapat harga terbaik. Perilaku konsumen saat ini adalah mencari dulu harga pasaran sebuah produk, kemudian mencari siapa yang menjual paling murah. Pencarian informasi harga dilakukan melalui browsing di Internet atau masuk ke dalam komunitas yang ramai di mailing list.</p>
<p>Penulis sering menjumpai pula saat ini calon pembeli tidak segan-segan membuka laptop yang tersambung dengan Internet untuk membandingkan harga dihadapan penjual di sebuah toko. &#8220;Kok terpaut banyak dengan di situs ini ? tanya si pembeli. Berbagai argumen akhirnya dilontarkan oleh sang penjaja di toko fisik itu. Penjual yang tidak gaul dengan harga di Internet sekarang harus lebih rasional mematok marjin keuntungan. Jika tidak ada value lebih dan argumen yang tepat, toko itu akan semakin ditinggalkan konsumen.</p>
<p>Toko yang menjual melalui Internet di Indonesia belum terlalu terbuka dalam persaingan harga seperti di negara lain. Situs penjualan yang beroperasi secara global saat ini bahkan secara frontal membandingkan harga antar beberapa toko online dengan tokonya sendiri. Membuat konsumen semakin mudah dalam memilih, akhirnya membuat persaingan merebut konsumen semakin sengit.</p>
<p>Informasi perbandingan harga di Internet membuka peluang anyar yaitu munculnya situs-situs yang khusus menawarkan informasi perbandingan harga. Tengok saja contoh situs gaek sejak 1998 untuk membandingkan harga buku seperti www.addall.com. Ada juga untuk berbagai komoditi seperti www.pricegrabber.com dan www.comparestoreprices.co.uk yang memberi informasi ribuan produk lengkap dengan perbandingan harga di berbagai tempat. Asiknya lagi informasi yang tersaji sudah terurut dari harga yang paling murah hingga termahal.</p>
<p>Bola salju informasi akhirnya bergulir makin cepat dan padat. Situs informasi perbandingan harga akhirnya juga harus bersaing satu sama lain dalam hal akurasi dan kemutakhiran. Peluang ini ditangkap lagi oleh pembuat software BestPrice di www.bestbuyall.com yang membuat software khusus untuk membandingkan harga berbagai produk di Internet. Akhirnya, sebagai konsumen kita juga harus makin cerdas untuk mencari rujukan. Jika masih sulit untuk <em>ask the audience</em>, ya <em>phone a friend</em>.</p>
<p><strong>LENDY WIDAYANA</strong>,<br />
Managing Partner IndonesiaDiscovery Research &amp; Documentary.<br />
<em>lendy@indonesiadiscovery.net</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dontmissit.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dontmissit.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dontmissit.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dontmissit.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dontmissit.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dontmissit.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dontmissit.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dontmissit.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dontmissit.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dontmissit.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dontmissit.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dontmissit.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dontmissit.wordpress.com&blog=632510&post=27&subd=dontmissit&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dontmissit.wordpress.com/2007/09/04/internet-mempengaruhi-keputusan-untuk-membeli/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>[2007] Serba Online Dongkrak Pendapatan</title>
		<link>http://dontmissit.wordpress.com/2007/07/25/2007-serba-online-dongkrak-pendapatan/</link>
		<comments>http://dontmissit.wordpress.com/2007/07/25/2007-serba-online-dongkrak-pendapatan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jul 2007 06:11:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dontmissit</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Arsip IT public knowledge-sharing]]></category>

		<category><![CDATA[Internet '90 - sekarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dontmissit.wordpress.com/2007/07/25/2007-serba-online-dongkrak-pendapatan/</guid>
		<description><![CDATA[Memetakan Ulang Bisnis di Era Internet (3)
Sumber Arsip : SuaraSurabaya.Net, 24 Juli 2007
Secara natural tidak ada usaha yang langsung menjadi besar. Banyak nama besar usaha yang saat ini ada juga diawali dari usaha kecil dan menengah (UKM). Namun menjadi menarik ketika saat ini banyak usaha yang memanfaatkan teknologi informasi komunikasi dan Internet secara maksimal terbukti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Memetakan Ulang Bisnis di Era Internet (3)<br />
Sumber Arsip : SuaraSurabaya.Net, 24 Juli 2007</p>
<p><i>Secara natural tidak ada usaha yang langsung menjadi besar. Banyak nama besar usaha yang saat ini ada juga diawali dari usaha kecil dan menengah (UKM). Namun menjadi menarik ketika saat ini banyak usaha yang memanfaatkan teknologi informasi komunikasi dan Internet secara maksimal terbukti mempunyai peluang untuk meningkatkan pertumbuhan bisnisnya dalam waktu yang lebih singkat. </i></p>
<p>Michael Dell memulai usaha kecilnya secara paruh waktu tahun 1983. Tahun 1985 komputer Dell memulai penjualan dengan cara <i>mail order</i> yang meraih nilai penjualan sebesar 6 juta dollar AS. Tahun 1996 Dell melakukan penjualan dan integrasi dengan pemasok termasuk seluruh mitranya melalui Internet. Akhirnya tahun 2005 Dell berhasil memasukkan 49,2 milyar dollar ke dalam pundi-pundi nya.</p>
<p>Di tahun 1984 Len Bosack &amp; Sandy Lerner dua saintis dari Universitas Stanford, AS mengawali usaha Cisco System. Cisco sebagai produsen perangkat lunak dan keras jaringan komputer memanfaatkan Internet tahun 1994 saat angka penjualannya telah mencapai 1.13 milyar dollar. Tahun 2005 Internet membuat Cisco makin meroket dengan nilai penjualan sebesar 23,6 milyar dollar. </p>
<p>Lain lagi kisah sukses yang dimulai di negara bagian Madya Pradesh, India. Berkat sistem online lewat Internet yang disebut <i>&#8220;e-chaupal&#8221;</i> atas prakarsa Indian Tobacco Co (ITC) tahun 2001, petani di daerah itu dapat langsung memasok kebutuhan ITC tanpa perantara. Berkat sistem ini pada tahun 2005 pendapatan petani naik hingga 25 %. Hilangnya banyak calo dan perantara ini yang membuat petani dan ITC sama-sama diuntungkan. </p>
<p><B>Merajut informasi dari pemasok hingga pelanggan.</b></p>
<p>Ada tipikal banyak pengusaha yang mengetahui bahwa teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas biaya. Pernyataan itu lantas diikuti dengan pertanyaan dari dirinya sendiri &#8220;lalu bagaimana ?&#8221; Jawaban lugas pertanyaan itu adalah bahwa pemanfaatan teknologi informasi komunikasi memerlukan keahlian berpikir dan berkreasi yang tingkatannya sama dengan kecerdikan sang pemimpin memanfaatkan modal uangnya. Ya, memang jaman menuntut seperti itu. Apalagi sebagai medium komunikasi informasi saat ini Internet menjadi kekuatan maha dahsyat untuk mengintegrasikan bisnis. </p>
<p>Dalam setiap bisnis selalu ada mata rantai pemenuhan bahan baku dari pemasok, lalu proses produksi dan nilai tambah, hingga penyerahan produk/jasa kepada pelanggan. Dengan Internet semuanya menjadi semakin menyatu dalam genggaman informasi. Penyatuan ini membuat tatanan bisnis di lingkup internal maupun eksternal menjadi berubah. Dengan asumsi kita menjadi titik sentral sebagai produsen, kita lihat apa, bagaimana dan mengapa semua entitas ini menjadi berubah.</p>
<p>Internet saat ini telah banyak diaplikasikan untuk memilih pemasok secara online. Kebutuhan produsen cukup dipublikasikan di web perusahaan, selanjutnya setiap pemasok dapat memasukkan penawaran secara elektronik. Proses tender online ini juga telah sampai pada cara untuk meminimalkan unsur kolusi dalam memenangkan &#8220;sang juara&#8221; tender. Bahkan dalam jumlah pembelian rutin yang signifikan nilainya, tender dapat dilakukan setiap saat. Bagi pemasok kondisi ini tentunya memerlukan pemantauan terhadap peta kompetisi yang dapat berubah dalam waktu yang sangat cepat.</p>
<p>Selanjutnya dalam operasional secara mudah lewat web di Internet pemasok dapat melihat secara <i>real time</i> database persediaan mitra produsen atau penjual barang yang dipasoknya. Sebelum terjadi kekurangan stok, pemasok dapat segera memenuhi kebutuhan mitranya. Sang produsen atau penjual pun tidak perlu kuatir akan kekurangan stok. Bahkan kerepotan melakukan order pembelian rutin menjadi sangat minim. Dari segi ini saja kita dapat melihat efisiensi dan efektivitas waktu, biaya stok, gudang, transportasi serta personil. </p>
<p>Di sisi produsen, integrasi sistem informasi internal dilakukan melalui jaringan komputer yang disebut Intranet. Antar muka <i>(interface)</i> Intranet di komputer juga berbasis web seperti halnya mengakses Internet. Seluruh informasi produk mulai stok yang tersedia, spesifikasi dan harga secara otomatis juga siap disajikan melalui Internet bagi pelanggan akhir maupun mitra distributor. Transaksi pembelian dan pembayaran juga dapat langsung dilakukan si konsumen akhir. Jika konsumen akhir dapat langsung menjangkau produsen, gara-gara Internet tidak sedikit bisnis yang kini menghilangkan peranan distributor. </p>
<p>Masih di sisi produsen, untuk keperluan pengiriman barang produsen dapat bekerjasama dengan pihak lain. Jaringan informasi internal dapat langsung dihubungkan dengan sistem informasi pihak ekspedisi. Dengan demikian, ketika order diterima dari pelanggan, produsen secara langsung mengetahui bahwa stok penjualan telah berkurang. Dan pada saat yang sama pihak ekspedisi menerima perintah mengambil barang produsen dan mengirimkan barang kepada pelanggan. </p>
<p>Untuk penerimaan dan pengeluaran uang, pihak produsen juga dapat langsung mempunyai sistem yang terkoneksi dengan bank secara elektronik. Jaringan online yang dibangun dapat melalui jaringan tertutup <i>(closed circuit)</i> atau melalui <i>Virtual Private Network (VPN)</i> di Internet.  </p>
<p>Jika semua informasi telah terintegrasi nampak bahwa Internet memang mendorong terciptanya kompetensi inti <i>(core competence)</i> kita berbisnis. Misalnya, jika memang keunggulan utama bisnis kita adalah sistem pengolahan produk, hal lain di luar kompetensi inti tinggal dicari mitra yang pas dan dapat mudah terintegrasi secara online. Cepat atau lambat, menghadapi kenyataan ini memang akhirnya proses bisnis perlu ditata ulang untuk disesuaikan dengan keunggulan teknologi informasi komunikasi.</p>
<p><b>Jawaban teknologi.</b></p>
<p>Seluruh mekanisme online pada uraian di atas dalam teknologi sering juga disebut <i>e-commerce, Supply Chain Management, B2B (business to business), B2C (Business to Consumer)</i> dan <i>ERP (Enterprise Resource Planning)</i>. Secara teknologi untuk mengakses informasi juga tidak lagi harus menggunakan komputer desktop atau laptop. Perkembangan pesat teknologi komputer dan telepon genggam hari ini memungkinkan semua pengendalian informasi ada dalam genggaman kita kapan dan di manapun. Itulah m-commerce <i>(mobile commerce)</i> </p>
<p>Untuk keperluan integrasi data dan informasi internal maupun antar perusahaan ada bingkai standar seperti SOAP <i>(Simple Object Access Protocols)</i>, RMI <i>(Remote Method Invocation)</i>, <i>webservices, middleware</i> dan sejenisnya. Seluruh teknologi dan metode itu saat ini telah ada di pasaran. Penguasaannya juga memerlukan kecepatan untuk mengadopsi jika perusahaan ingin berada pada posisi terdepan secara komparatif maupun kompetitif. </p>
<p><B>LENDY WIDAYANA</b>,<br />
Managing Partner IndonesiaDiscovery Research &amp; Documentary.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dontmissit.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dontmissit.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dontmissit.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dontmissit.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dontmissit.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dontmissit.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dontmissit.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dontmissit.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dontmissit.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dontmissit.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dontmissit.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dontmissit.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dontmissit.wordpress.com&blog=632510&post=26&subd=dontmissit&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dontmissit.wordpress.com/2007/07/25/2007-serba-online-dongkrak-pendapatan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>[2007] Konten Video Mendominasi Internet Masa Depan</title>
		<link>http://dontmissit.wordpress.com/2007/07/07/2007-konten-video-mendominasi-internet-masa-depan/</link>
		<comments>http://dontmissit.wordpress.com/2007/07/07/2007-konten-video-mendominasi-internet-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jul 2007 06:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dontmissit</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Arsip IT public knowledge-sharing]]></category>

		<category><![CDATA[Internet '90 - sekarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dontmissit.wordpress.com/2007/07/07/2007-konten-video-mendominasi-internet-masa-depan/</guid>
		<description><![CDATA[Memetakan Ulang Bisnis di Era Internet (2)
Sumber Arsip : SuaraSurabaya.Net, 5 Juli 2007
Konten Internet diawali dengan informasi berbasis teks. Lalu informasi berbasis teks tidak lengkap jika tanpa gambar. Teks dan gambar akhirnya dilengkapi dengan suara. Ketiganya kini kurang lengkap tanpa gambar bergerak atau video. 
Video pun kini tidak cukup jika hanya arsip rekaman dalam pola [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Memetakan Ulang Bisnis di Era Internet (2)<br />
Sumber Arsip : SuaraSurabaya.Net, 5 Juli 2007</p>
<p><em>Konten Internet diawali dengan informasi berbasis teks. Lalu informasi berbasis teks tidak lengkap jika tanpa gambar. Teks dan gambar akhirnya dilengkapi dengan suara. Ketiganya kini kurang lengkap tanpa gambar bergerak atau video. </em></p>
<p><em>Video pun kini tidak cukup jika hanya arsip rekaman dalam pola on demand. Video online real time dalam pola <em>streaming</em> saat ini juga makin menjadi tuntutan publik di Internet. Jaringan Internet pita lebar <em>(broadband)</em>, produk <em>chip</em> elektronik dan media penyimpan <em>(storage)</em> yang makin murah adalah faktor yang memperkaya berbagai jenis aplikasi di Internet. </em></p>
<p>Semakin massal dan personalnya alat-alat digital IP (Internet Protocol) juga berdampak pada pertumbuhan industri konten. Daya atraktif secara multimedia akhirnya juga dijadikan jurus untuk menarik perhatian publik agar singgah dan betah di sebuah situs. Dengan makin menyebarnya jaringan pita lebar sampai ke rumah-rumah dan peralatan komunikasi genggam bergerak, masa depan aplikasi Internet memang didominasi oleh video. Pemicunya adalah karena berbagai alat perekam video genggam yang ringkas membuat semua orang dapat membuat konten video. Kehadiran berbagai situs video blog dan video <em>podcast</em> sebagai lanjutan dari weblog (blog) memperkuat arena video di Internet ini.</p>
<p>Di sisi peralatan makin derasnya konten video Internet melahirkan banyak inovasi dengan lahirnya berbagai perangkat yang makin memanjakan pengguna lewat satu alat dengan banyak fungsi. Slingbox keluaran Slingmedia.com menyatukan penerima televisi dan satelit, DVR dan komunikasi Internet pita lebar yang dikendalikan oleh perangkat lunak dari komputer pribadi.</p>
<p>Dunia video di Internet saat ini diramaikan pula dengan bisnis konten agregator yang mengundang publik secara gratis untuk dapat menyimpan dan berbagi file videonya. Dari sisi konten, video Internet publik ini juga dimanfaatkan oleh kandidat presiden tahun 2008 dari partai Demokrat John Edwards di Amerika untuk &#8220;menjual&#8221; visinya sejak Desember 2006.</p>
<p>Tren kuat aplikasi video yang makin deras ini disikapi oleh raksasa mesin pencari Google dengan membeli YouTube senilai 1,65 miliar dollar. Waktunya hanya setahun setelah Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim mendirikan usaha ini tahun 2005. Jumlah massa yang besar dan &#8220;tersedot&#8221; YouTube membawa YouTube menjadi lima besar situs terkemuka dunia versi Alexa tahun 2005. Bagi Google, fasilitas dalam YouTube semakin memperkokoh posisinya sebagai agregator berbagai macam konten. Artinya, jumlah massa pengguna yang berhulu dan bermuara di Google dari berbagai macam aplikasi akan semakin meraksasa jumlahnya.</p>
<p>Jika Google dengan YouTube nya, lain pula yang dilakukan Brightcove.com. Jeremy Allaire, sang komandan BrightCove meyakini bahwa ke depan publik akan langsung berhubungan dengan pemilik konten. Pemilik konten pun akan dengan lebih mudah melakukan distribusi langsung kepada publik.</p>
<p>Diawali hanya dari konsep menampung personal video blog, dengan motto &#8220;Launch Your Channel Today&#8221; Brightcove berkembang menjadi fasilitator publik untuk menyelenggarakan siaran TV di Internet. Dengan pola bagi hasil Brightcove juga menjual dan menempatkan iklan anda di Internet. Secara bisnis, sederet nama besar seperti Fox Entertainment Group, National Geographic Channel, British Sky Broadcasting dan lainnnya menjadi mitra bisnis Brightcove yang saat ini menjadi besar dalam penyelenggaraan Internet TV. Bagi industri video jelas bahwa kehadiran Internet TV akan membuat peta bisnis distribusi video menjadi berubah.</p>
<p>Seperti halnya BrightCove, gemuruh distribusi konten video juga disergap oleh Dave.TV sejak tahun 2003. Tidak hanya memfasilitasi konten video publik, tapi layanan Dave.TV sampai juga ke strategi periklanan online yang ada pada setiap konten yang diakses. Dave menyisipkan iklan yang telah disesuaikan dengan profil, demografi dan geografi pengakses. Kepada para pengiklan, Dave juga langsung memberi data secara akurat siapa dan bagaimana perilaku pengakses melihat iklannya. Jelas pula bahwa online video akhirnya mengubah tatanan industri periklanan.</p>
<p><strong>Video untuk mobile Internet.</strong></p>
<p>Layanan video dari rumah yang bersifat tetap juga merambah ke arah aplikasi <em>mobile</em>. Seperti dilakukan Makayama.com, perusahaan yang bermarkas di negeri Belanda yang mendukung ratusan merek telepon genggam. Aplikasi Makayama.com mempermudah berbagai format video untuk dapat digunakan dan ditransfer melalui perangkat telepon genggam. Aplikasi semacam ini mengakselerasi penggunaan mobile video untuk dilewatkan melalui perangkat Internet bergerak.</p>
<p>Di Indonesia, tidak heran jika hadirnya berbagai teknologi baru seperti 3G dan sejenisnya terasa lamban diserap pasar. Padahal konsumen Indonesia dapat dikatakan paling <em>trendy</em> di kawasan ini. Timbul kesan operator tidak siap dengan mitra konten lokal dengan output yang mudah dicerna oleh masyarakat kita. Fakta bahwa konten lokal dan jumlah <em>developer</em> yang masih terbatas harus diakui. Namun daya jual dan persuasi kepada pelanggan akan semakin kuat apabila sang penjaja di garis depan dibekali dengan berbagai pengetahuan aplikasi multimedia yang tersebar di Internet dan tentunya akan memperkaya inspirasi bagi pengguna.</p>
<p><strong>Menghadapi revolusi Internet.</strong></p>
<p>Berbagai revolusi Internet yang merubah tatanan ekonomi dunia tidak cukup hanya diikuti beritanya. Namun setidaknya menggeser pola pikir dan langkah ke depan untuk masuk ke era ekonomi baru. Yang menurut David Ticoll (2000) bahwa perusahaan yang sudah berumur panjang pun dapat menjadi bagian dari ekonomi baru - jika perusahaan itu mengadopsi model bisnis yang baru. Model saat kekuatan konten menjadi magnet bagi massa. Model ketika kekuatan informasi sangat mempengaruhi keputusan publik untuk membeli. Model bisnis yang sangat memerlukan aliansi dan afiliasi untuk memperkuat ikatan jejaring. Model bisnis yang terus antisipatif terhadap pesaing yang menggurita dengan informasi dan siap melahap keberadaan bisnis kita.</p>
<p>Secara makro, berbagai ulasan di atas memang banyak yang berada di luar Indonesia. Namun perlu diingat bahwa akses informasi global di Internet tidak lagi mengenal batas geografis dan kedaulatan suatu negara. Walaupun Internet di Indonesia sudah lebih dari sepuluh tahun namun berbagai bentuk bisnis <em>new economy</em> seakan tidak mampir di Indonesia. Dampak Internet bagi bisnis saat sekarang hanyalah sebuah awal dari revolusi Internet yang terus melanda dunia. Tanpa didorongnya bisnis berbasis Internet di Indonesia, keadaan ini akan terus berlanjut dan devisa kita akan terus tersedot ke luar ketika mulai <em>searching, hosting service</em>, pembayaran transaksi online, sewa <em>bandwidth</em>, sampai e-mail gratis-pun masih dikuasai oleh negeri lain.</p>
<p><strong>LENDY WIDAYANA</strong>,<br />
Managing Partner IndonesiaDiscovery Research &amp; Documentary.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dontmissit.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dontmissit.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dontmissit.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dontmissit.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dontmissit.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dontmissit.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dontmissit.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dontmissit.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dontmissit.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dontmissit.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dontmissit.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dontmissit.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dontmissit.wordpress.com&blog=632510&post=25&subd=dontmissit&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dontmissit.wordpress.com/2007/07/07/2007-konten-video-mendominasi-internet-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>[2007] Memetakan Ulang Bisnis di Era Internet (1)</title>
		<link>http://dontmissit.wordpress.com/2007/06/21/2007-memetakan-ulang-bisnis-di-era-internet-1/</link>
		<comments>http://dontmissit.wordpress.com/2007/06/21/2007-memetakan-ulang-bisnis-di-era-internet-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jun 2007 05:58:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dontmissit</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Arsip IT public knowledge-sharing]]></category>

		<category><![CDATA[Internet '90 - sekarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dontmissit.wordpress.com/2007/06/21/2007-memetakan-ulang-bisnis-di-era-internet-1/</guid>
		<description><![CDATA[Sumber Arsip : SuaraSurabaya.Net, 21 Juni 2007
Konverjensi teknologi digital.
Internet Protocol.
Cepat menguasai teknologi.
Melihat dan menciptakan peluang aplikasi.
Membuat massal dengan mengejar kuantiti besar.
Itulah ciri-ciri bisnis di jaman Internet ini. Beberapa tulisan selanjutnya menuturkan bagaimana seluk beluknya. 
Sejak komputer pribadi (PC/personal computer) diciptakan tahun &#8216;80 an, perkembangan konverjensi (penyatuan) alat tersebut dengan alat lain yang tadinya berdiri sendiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sumber Arsip : SuaraSurabaya.Net, 21 Juni 2007</p>
<p><em>Konverjensi teknologi digital.<br />
Internet Protocol.<br />
Cepat menguasai teknologi.<br />
Melihat dan menciptakan peluang aplikasi.<br />
Membuat massal dengan mengejar kuantiti besar.</em></p>
<p><em>Itulah ciri-ciri bisnis di jaman Internet ini. Beberapa tulisan selanjutnya menuturkan bagaimana seluk beluknya. </em></p>
<p>Sejak komputer pribadi <em>(PC/personal computer)</em> diciptakan tahun &#8216;80 an, perkembangan konverjensi (penyatuan) alat tersebut dengan alat lain yang tadinya berdiri sendiri kini semakin merebak. Di Tahun 1989, Creative Technology yang dipimpin oleh Sim Wong Hoo pencipta Sound Blaster memulai debut konverjensi PC dengan perangkat audio, video dan multimedia. Komputer tidak lagi hanya sebagai alat pengolah data teks dan gambar, tetapi telah menjadi simpul berbagai fungsi alat telekomunikasi, pemutar film-video, suara, televisi, radio, dan berbagai alat pengendali/kontrol.</p>
<p>Singkatnya, berbagai peralatan elektronik kini telah menjadi sebuah alat multi fungsi dengan berbagai varian bentuk dan jenisnya. Berbagai fungsi dalam satu alat tadi makin hari makin meningkat kemampuannya. Sebuah <em>handphone</em> yang dilengkapi dengan kamera misalnya, bisa jadi kita menyebutnya kamera yang ada teleponnya, bukan telepon yang ada kameranya.</p>
<p>Didahului oleh konverjensi pada peralatan fisik, kehadiran dan merebaknya Internet dengan protokol standar TCP/IP (disingkat IP - Internet Protocol) membuat saat ini makin banyak peralatan yang dapat dikendalikan, dilewatkan dan disatukan dengan basis protokol IP. Dari peralatan elektronik kantor, alat komunikasi, hingga masuk dapur pun kini tersedia dengan standar <em>IP based technology</em>.</p>
<p>Di samping peralatan, teknologi berbasis IP ini membuat banyak aplikasi akhirnya berbondong-bondong masuk ke ranah Internet. Simak saja bisnis penyiaran radio, televisi, satelit, hiburan, dan deretan panjang bisnis yang mengandalkan informasi seluruhnya saat ini ada di Internet. Mengapa ? Karena masa depan ada di Internet. Di &#8220;alam&#8221; yang saling terkoneksi dan mempunyai tata nilai serta &#8220;peradaban&#8221; baru.</p>
<p>Itulah realita semua konverjensi yang dipacu oleh semakin banyaknya peralatan berbasis teknologi digital dan Internet Protocol. Semuanya makin menyatu baik secara fisik maupun lojik. Menjadi produk massal dan murah.</p>
<p><strong>Dampak bisnis.</strong></p>
<p>Konverjensi peralatan digital dan IP saat ini telah merevolusi peta bisnis dunia yang pada dasarnya karena makin terbukanya peluang usaha baru yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh pemodal kuat. Perhatikan saja di bidang telekomunikasi, juga di Indonesia terlepas dari legal atau illegal, dengan modal hanya beberapa juta rupiah untuk komputer dan saluran Internet, seseorang dapat menjadi &#8220;operator&#8221; telepon berbasis IP <em>(VOIP-Voice Over Internet Protocol)</em>.</p>
<p>Dalam skala lebih luas kehadiran Skype, sebuah sistem telepon antar komputer berbasis IP yang didirikan oleh Niklas Zennström dan Janus Friis tahun 2003 telah mengguncang berbagai perusahaan telekomunikasi dunia. Dan menurut Technology News Daily, dalam kurun waktu setahun Skype telah mengantongi pendapatan 7 juta dollar AS. Selang setahun kemudian menurut kantor berita BBC, E-bay sebuah raksasa lelang online dunia telah mengambil alih Skype senilai 2.6 milyar dollar AS. Angka-angka fantastis yang dihasilkan kurang dari lima tahun !  Lebih pendek dari satu periode pemerintahan kabinet di Indonesia.</p>
<p><strong>LENDY WIDAYANA</strong>,<br />
Managing Partner IndonesiaDiscovery Research &amp; Documentary.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dontmissit.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dontmissit.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dontmissit.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dontmissit.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dontmissit.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dontmissit.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dontmissit.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dontmissit.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dontmissit.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dontmissit.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dontmissit.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dontmissit.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dontmissit.wordpress.com&blog=632510&post=24&subd=dontmissit&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dontmissit.wordpress.com/2007/06/21/2007-memetakan-ulang-bisnis-di-era-internet-1/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>[2007] IT Leadership Diperlukan Semua Pemimpin Jaman Sekarang</title>
		<link>http://dontmissit.wordpress.com/2007/06/05/2007-it-leadership-diperlukan-semua-pemimpin-jaman-sekarang/</link>
		<comments>http://dontmissit.wordpress.com/2007/06/05/2007-it-leadership-diperlukan-semua-pemimpin-jaman-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jun 2007 17:13:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dontmissit</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Arsip IT public knowledge-sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dontmissit.wordpress.com/2007/06/05/2007-it-leadership-diperlukan-semua-pemimpin-jaman-sekarang/</guid>
		<description><![CDATA[Sumber Arsip : SuaraSurabaya.Net, 10 Mei 2007
A vision without action is only a dream. 
Begitulah kata pepatah. Banyak sekali pemimpin mulai dari pemerintahan sampai ke tingkat perusahaan yang menyatakan bahwa di era ini teknologi informasi komunikasi sangat penting dan strategis. Namun pernyataan itu akhirnya hanya menjadi bunga-bunga retorika belaka. Hanya sebatas visi dan tidak mengetahui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sumber Arsip : SuaraSurabaya.Net, 10 Mei 2007</p>
<p><span class="isi1"><em>A vision without action is only a dream. </em><br />
Begitulah kata pepatah. Banyak sekali pemimpin mulai dari pemerintahan sampai ke tingkat perusahaan yang menyatakan bahwa di era ini teknologi informasi komunikasi sangat penting dan strategis. Namun pernyataan itu akhirnya hanya menjadi bunga-bunga retorika belaka. Hanya sebatas visi dan tidak mengetahui apa dan bagaimana mewujudkannya. </span></p>
<p><span class="isi1">Dalam berbagai seminar dan training saya sering menyinggung mengenai apa yang disebut sebagai IT Leadership (kepemimpinan dalam IT). Pernyataan itu sering pula mengundang pertanyaan banyak orang, apa dan bagaimana kepemimpinan yang efektif dengan IT. Tidak berbeda dengan praktek leadership yang lazim, yaitu bagaimana membawa visi dan misi bersama orang-orang yang tepat untuk mencapai tujuan. Pertanyaan lain adalah siapa yang memerlukan IT leadership ? Jawabannya adalah semua pimpinan organisasi jaman sekarang. Ini adalah tuntutan jaman yang tidak dapat ditawar.  </span></p>
<p><span class="isi1">IT leadership adalah &#8220;perangkat&#8221; pemimpin yang ingin mencapai tujuan dari visi dengan &#8220;sumber energi&#8221; dua macam kelompok. Kelompok pertama adalah orang-orang yang tepat dalam mengerti teknologi informasi. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang muda yang enerjik dan hadir dengan paradigma baru. Paradigma jaman sekarang yang sebal dengan ketidakpratisan, yang tahu bagaimana men-develop teknologi. Kelompok lain yaitu mereka yang penuh dengan akal dan antusiasme bagaimana &#8220;memperkuda&#8221; habis-habis an teknologi informasi untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Kedua kelompok itulah &#8220;sumber energi&#8221; pemimpin jaman sekarang.  </span></p>
<p><span class="isi1">Seorang pemimpin yang baik adalah melihat dengan <em>helicopter view</em>, dari semua sumber daya. Artinya, yang gagap teknologi (gaptek) bukan dipinggirkan, tetapi diberdayakan oleh &#8220;sumber energi&#8221; tadi agar mereka juga dapat ikut dalam gerbong yang ditarik oleh lokomotif sang pemimpin. Pemberdayaan yang paling mendasar adalah membangun kepercayaan bahwa teknologi informasi komunikasi dapat menjadi kekuatan perusahaan tidak saja untuk bertahan, tetapi untuk membuat berbagai lompatan. Karena tanpa kepercayaan seperti itu, tidak akan timbul antusiasme untuk belajar dari mereka yang belum mengenal teknologi informasi.  </span></p>
<p><span class="isi1">Era sekarang memerlukan atmosfir <em>learning organization</em> (organisasi pembelajar) di semua perusahaaan atau organisasi. Inipun memerlukan contoh dan bukti dari sang pemimpin. Bahwa dengan belajar terus menerus ada hasil dan kemajuan. Tiap saat selalu ada teknologi baru yang lebih baik, lebih murah dan lebih cepat. Inilah yang perlu terus dipelajari. Pemberdayaan manusia dalam IT adalah model partisipatif. Karena pengguna dalam IT adalah pelaku utama. Oleh dan untuk mereka itulah teknologi digunakan.  </span></p>
<p><span class="isi1">Pada prakteknya, agar kekinian teknologi dapat terus diikuti dan semua orang dapat mengetahui dan terlibat di dalamnya, organisasi memerlukan <em>knowledge-sharing</em> tentang teknologi informasi komunikasi secara periodik yang melibatkan semua unsur organisasi. Ada konsekuensi bahwa kita semua harus menyediakan waktu untuk itu. IT leadership harus membawa organisasi ke tingkat pemahaman teknologi informasi yang makin baik dan membuat organisasi menjadi lebih kreatif, inovatif dan menghasilkan tentunya. </span></p>
<p><span class="isi1"><strong>IT Leadership di pemerintahan</strong><br />
</span></p>
<p><span class="isi1">Dari berbagai dewan, tim dan lembaga yang pernah dibentuk pemerintah untuk mengakselerasi penggunaan teknologi informasi komunikasi, sebenarnya lebih efektif jika semua kebijakan itu selalu melibatkan komunitas. Terdapat ratusan komunitas teknologi informasi komunikasi di negara ini yang berinteraksi di Internet.</p>
<p>Komunitas adalah pelaku sekaligus <em>agent of change</em> dari perubahan. Kemampuan interaksi dan dialektika pemerintah dengan komunitas secara langsung adalah wujud bahwa pemerintah juga peduli kepada rakyatnya di sektor yang sangat strategis ini. Internet adalah jejaring dengan kekuatan yang mengakar sampai ke masyarakat bawah sekalipun. Ada budaya komunitas partisipatif yang sangat kuat di situ. Namun sudah lebih dari sepuluh tahun Internet ada di Indonesia, kemampuan pemerintah mengadopsi kekuatan Internet masih sangat lamban. Hal ini bisa jadi karena pemerintah sendiri belum memiliki visi yang jelas dan konsisten untuk memberdayakan ekonomi masyarakat melalui teknologi informasi komunikasi.</p>
<p>Terbatasnya anggaran pemerintah di sektor teknologi informasi komunikasi bukanlah alasan yang tepat. Tetapi kemampuan pemerintah pusat sampai ke daerah menggalang partisipasi masyarakat di sektor ini yang tidak dikembangkan. IT leadership memang diperlukan semua pemimpin yang mau dan mampu bertindak dengan konkrit.</p>
<p><strong>LENDY WIDAYANA</strong><br />
<strong>Managing Partner IndonesiaDiscovery Research &amp; Documentary</strong> </span><span class="isi1">  </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dontmissit.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dontmissit.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dontmissit.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dontmissit.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dontmissit.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dontmissit.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dontmissit.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dontmissit.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dontmissit.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dontmissit.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dontmissit.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dontmissit.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dontmissit.wordpress.com&blog=632510&post=22&subd=dontmissit&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dontmissit.wordpress.com/2007/06/05/2007-it-leadership-diperlukan-semua-pemimpin-jaman-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>[2007] Peluang Besar ke Depan Ragam Aplikasi TI</title>
		<link>http://dontmissit.wordpress.com/2007/06/04/2007-peluang-besar-ke-depan-ragam-aplikasi-ti/</link>
		<comments>http://dontmissit.wordpress.com/2007/06/04/2007-peluang-besar-ke-depan-ragam-aplikasi-ti/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jun 2007 16:35:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dontmissit</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Arsip IT public knowledge-sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dontmissit.wordpress.com/2007/06/24/2007-peluang-besar-ke-depan-ragam-aplikasi-ti/</guid>
		<description><![CDATA[Sumber Arsip : SuaraSurabaya.Net, 4 Juni 2007
Dua minggu lalu saya diundang untuk berbicara tentang profesionalisme di acara yang diselenggarakan oleh organisasi mahasiswa sebuah universitas negeri. Berbicara dengan para tunas muda ini memang selalu menarik buat saya. Generasi Internet, generasi dengan pola pikir matriks informasi. Di situ ada dialog interaktif yang terbangun sekaligus saya ingin melihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sumber Arsip : SuaraSurabaya.Net, 4 Juni 2007</p>
<p>Dua minggu lalu saya diundang untuk berbicara tentang profesionalisme di acara yang diselenggarakan oleh organisasi mahasiswa sebuah universitas negeri. Berbicara dengan para tunas muda ini memang selalu menarik buat saya. Generasi Internet, generasi dengan pola pikir matriks informasi. Di situ ada dialog interaktif yang terbangun sekaligus saya ingin melihat bagaimana perspektif generasi sekarang terhadap teknologi informasi komunikasi. Dari berbagai dialog, ada hal yang menarik namun perlu digarisbawahi. Sebagian besar melihat teknologi informasi komunikasi hanya sebagai alat yang perlu digunakan. Ketinggalan jaman kalau tidak digunakan. Sepenggal pengertian itu adalah benar adanya.</p>
<p>Namun ada keheranan ketika diskusi dikembangkan sampai pada hal yang lebih luas dan berorientasi ke masa depan. Bukan hanya dikalangan pelajar/ mahasiswa, tapi di kalangan profesional IT pun masih banyak yang mengalami &#8220;kegelapan&#8221; kemana tren teknologi informasi komunikasi akan bergulir. Agak mencengangkan memang, karena di era Internet saat ini sebenarnya begitu banyak informasi yang dapat kita peroleh. Jawaban dalam dialog biasanya tipikal, bingung karena begitu banyaknya informasi yang didapat. Lebih runyam lagi karena di sekolah maupun di kantor yang bidangnya IT pun mereka jarang diberi bekal kemana arah teknologi informasi komunikasi berikut aplikasinya.</p>
<p>Tulisan-tulisan dan analisis Harvey L. Poppel dan Bernard Goldstein (1987) dalam <em>Information Technology, The Trillion Dollar Opportunity</em> adalah yang menyentak saya dua puluh tahun lalu untuk menekuni bidang jaringan komputer. Di samping memang suka pada bidang itu, namun setelah membaca tulisan tadi keyakinan saya akan masa depan jaringan komputer semakin menguat.</p>
<p>Kekayaan membaca literatur bermutu dan kerap mendiskusikan tren masa depan teknologi informasi komunikasi memang wajib kita lakukan baik sebagai mahasiswa/pelajar ataupun profesional dalam bekerja. Karena semakin meresapnya teknologi informasi komunikasi pada semua bidang kehidupan kita. Tidak hanya sebagai profesional IT namun di bidang lain pun pengetahuan itu sangat strategis.</p>
<p>Ketertinggalan kita di Indonesia dalam bidang teknologi informasi komunikasi berikut aplikasinya nampak sekali kalau kita membaca literatur dan referensi IT keluaran tahun 80-90 an. Banyak ilmu yang dikeluarkan pada tahun-tahun itu hingga sekarang masih sangat relevan atau bahkan belum diaplikasikan di Indonesia. Simak saja pendapat Michael J. McLaughlin dalam <em>Information Industry Insight (1985) </em>tentang <em>Integrated Market System</em> yang menggabungkan <em>Marketing Information System</em> dengan IT dan kekuatan jejaring. Saat ini implementasinya adalah e-commerce dan <em>internet marketing</em> yang masih terbatas diaplikasikan di negeri ini.</p>
<p><strong>Memperkuat Basis Aplikasi</strong></p>
<p>Jika ditilik dari sisi produk teknologi informasi komunikasi. Sebenarnya semua teknologi terbaru sudah ada di Indonesia. Bahkan banyak juga teknologi baru yang justru dicoba di pasar Indonesia. Kita sangat tidak ketinggalan dalam mengonsumsi barang baru untuk dipunyai.</p>
<p>Namun dari sisi bisnis, terjun di bisnis teknologi dasar kita jelas lemah, karena sumber daya <em>research and development</em> kita sangat minim dan pemerintah masih belum memberi apresiasi. Bisnis di bidang infrastruktur teknologi informasi komunikasi, kalau bukan pemain kelas kakap dan padat modal serta ditunjang mesin uang bisnis lain tidak mungkin akan <em>survive</em>. Akibat digitalisasi, teknologi informasi komunikasi telah menjadi komoditi yang membuat harganya pun makin turun dan akan semakin menjadi produk massal. Ruang untuk mengambil untung pun menjadi semakin sempit. Tetapi di sisi lain maraknya produk teknologi ini merupakan peluang dan memberi harapan ke depan bagi banyak pelajar/mahasiswa dan tumbuh suburnya pengembang aplikasi IT lokal.</p>
<p>Sampai sepuluh tahun ke depan beberapa peluang masih terbuka bagi pemain dan pasar lokal dalam beberapa bidang jasa dan aplikasi strategis di bawah ini :</p>
<p><strong>Aplikasi Mobile Berbasis Multimedia</strong><br />
Konverjensi teknologi informasi komunikasi dalam perangkat mobile (bergerak) semakin matang dan muncul dalam berbagai bentuk. Pemimpin terdepan dalam pengembangan aplikasi multimedia (teks, suara, gambar, video) akan menuai panen raya.</p>
<p><strong>Spesialis Internet Marketing</strong><br />
Jumlah pengguna Internet yang terus meningkat dan kesadaran bahwa Internet sebagai sarana pemasaran makin tinggi. Semakin hari semakin diperlukan ahli-ahli yang menguasai seluk beluk aspek pemasaran di Internet yang tergolong fenomenal ini. Keahlian dalam <em>online community based marketing, disintermediary, Internet public relation, e-commerce transaction tax &amp; law, sharing economy</em> adalah elemen-elemen keahlian yang semakin diperlukan di era yang akan semakin serba online ini.</p>
<p><strong>Computer Network Security (keamanan jaringan komputer)</strong><br />
Semakin banyaknya komputer yang tergabung dalam jaringan intranet, internet dan extranet mengakibatkan makin besarnya ancaman terhadap tingkat keamanan jaringan itu sendiri. Seiring dengan itu jelas bahwa kebutuhan akan sistem keamanan jaringan semakin tinggi.</p>
<p><strong>Network and System Integration</strong><br />
Seperti kata pepatah <em>Wherever You Go, You&#8217;re On The Job.</em> Bertambah banyak jenis perangkat keras dan perangkat lunak yang semakin dapat terhubungkan (interoperability). Bukan saja menggandeng berbagai perangkat keras, tetapi semua aplikasi seperti database, produksi, analisa keuangan dan seluruh aplikasi bisnis semakin dituntut untuk dapat di-<em>develop</em> dan diakses dengan berbagai peralatan tetap <em>(fixed)</em> atau bergerak <em>(mobile)</em>.</p>
<p><strong>Knowledge Management dan IT</strong><br />
Ekonomi dunia bergerak ke arah <em>knowledge based economy</em>. Sintesa berbagai macam pengetahuan dalam organisasi agar menjadi manfaat dan keuntungan menjadi semakin berperan. Keahlian teknologi informasi untuk mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan <em>organization intelligence</em> adalah jawaban dari jaman <em>intellectual capital</em> in.</p>
<p>Dari berbagai keahlian strategis di atas, tentunya akan semakin banyak bidang ilmu lain yang semakin diperlukan integrasinya dengan teknologi informasi komunikasi. Kesiapan kita mengantisipasi perkembangan aplikasi makin diperlukan, karena jika tidak peluang pasar dan keahlian lokal akan diambil oleh orang asing. Banyak tenaga ahli IT asing dengan bekal ilmu yang terhitung lama, masih laku di Indonesia. Semua karena kita terlambat mengaplikasikannya. Lompatan dapat kita lakukan asal jeli melihat tren ke depan. Kalau tidak sekarang, kapan? Kalau bukan kita, siapa lagi?</p>
<p><strong>LENDY WIDAYANA</strong>,<br />
Managing Partner IndonesiaDiscovery Research &amp; Documentary.<br />
<em>lendy@indonesiadiscovery.net</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dontmissit.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dontmissit.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dontmissit.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dontmissit.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dontmissit.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dontmissit.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dontmissit.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dontmissit.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dontmissit.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dontmissit.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dontmissit.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dontmissit.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dontmissit.wordpress.com&blog=632510&post=23&subd=dontmissit&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dontmissit.wordpress.com/2007/06/04/2007-peluang-besar-ke-depan-ragam-aplikasi-ti/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>[2007] Tantangan dan Peluang Bekerja Secara Online</title>
		<link>http://dontmissit.wordpress.com/2007/05/23/2007-tantangan-dan-peluang-bekerja-secara-online/</link>
		<comments>http://dontmissit.wordpress.com/2007/05/23/2007-tantangan-dan-peluang-bekerja-secara-online/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 May 2007 20:04:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dontmissit</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Arsip IT public knowledge-sharing]]></category>

		<category><![CDATA[Internet '90 - sekarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dontmissit.wordpress.com/2007/05/23/2007-tantangan-dan-peluang-bekerja-secara-online/</guid>
		<description><![CDATA[ Sumber Arsip : SuaraSurabaya.Net, 11 April 2007
Peluang bekerja secara online kini semakin terbuka. Internet dengan kemampuan serba terkoneksi memungkinkan orang dapat bekerja kapan-dimana-dari mana dan kepada siapa saja secara simultan. Hal yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. Sulit menjadi mudah. Awalnya bekerja sendiri menjadi bekerja secara kolaboratif. Hal yang tidak terpikirkan sebelumnya kini menjadi peluang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> Sumber Arsip : SuaraSurabaya.Net, 11 April 2007</p>
<p><span class="isi1"><em>Peluang bekerja secara online kini semakin terbuka. Internet dengan kemampuan serba terkoneksi memungkinkan orang dapat bekerja kapan-dimana-dari mana dan kepada siapa saja secara simultan. Hal yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. Sulit menjadi mudah. Awalnya bekerja sendiri menjadi bekerja secara kolaboratif. Hal yang tidak terpikirkan sebelumnya kini menjadi peluang baru. Satu disiplin ilmu menjadi multi disiplin.</p>
<p>Namun bekerja secara online atau secara virtual dan memasuki ranah organisasi virtual memerlukan komitmen dan tanggung jawab yang sangat tinggi. Budaya ini yang masih menjadi tantangan terdepan untuk membuat lompatan memanfaatkan Internet sebagai media dan bisnis. </em></p>
<p><strong>Bekerja secara online</strong></p>
<p>Sebelum ada Internet, tahun &#8216;90an sebuah perusahaan raksasa komputer melakukan reparasi jarak jauh dari Filipina terhadap sebuah sistem komputer di Bandung. Komunikasi dilakukan melalui <em>private dedicated connection</em> yang sangat mahal. Namun masih lebih murah dibanding mengirim <em>engineer</em> dari Manila ke Bandung. Karena masih mahalnya biaya komunikasi, pekerjaan secara remote itu hanya sanggup dilakukan oleh perusahaan besar. Ketika Internet ada dan menjadi medium komunikasi massalsemuanya menjadi murah. Perusahaan kecil sampai besarpun menengah dapat memanfaatkannya.</p>
<p>Sebuah biro iklan multinasional mendapatkan prospek klien sebuah produk otomotif. Untuk membuat konsep kreatif, biro iklan itu mengontak semua kantornya di seluruh dunia untuk mengirimkan portfolio iklan ketika menggarap klien otomotif lainnya. Dalam waktu 24 jam ratusan dokumen elektronik telah diterima oleh kantor itu di Indonesia.</p>
<p>Seorang konsultan manajemen tengah menangani kasus yang cukup kompleks di kliennya. Dengan segera ia mengontak para <em>associate partners </em>di belahan bumi lain untuk melakukan <em>brainstorming </em>melalui e-mail, online forum dan chatting. Rembugan itu seluruhnya dilakukan secara online. Jika diperlukan mereka dapat melakukan video conference secara <em>real time</em>. Inilah kerja kolaboratif secara online. Ibarat sebuah tim dokter spesialis yang menangani seorang pasien. Contoh-contoh yang terjadi di Indonesia ini adalah gambaran bahwa babak baru bekerja secara online telah merambah berbagai bidang pekerjaan.</p>
<p><strong>Variasi bidang</strong>.</p>
<p>Bidang pekerjaan yang dapat dilakukan secara online memang bervariasi. Mulai dari yang <em>highly skilled and knowledge worker </em>hingga nantinya akan sampai ke semua tingkat keahlian. Cara kerja pun ada yang 100 persen pekerjaan dilakukan secara online, seperti webmaster yang menangani banyak situs web di Internet, seluruh pekerjaannya dapat dilakukan secara online.</p>
<p>Saat ini banyak perusahaan telah mulai mengurangi biaya untuk ruang kantor, listrik, peralatan dan tenaga tetap apabila perusahaan dapat menemukan mitra kerja yang handal secara online. Ambil contoh, untuk menyusun buku manual produk dan pekerjaan klerikal yang tetap dan berulang-ulang, pekerjaan itu dapat dialihdayakan <em>(outsource)</em> kepada pihak luar secara online. Di negara lain, ibu-ibu rumah tangga banyak yang telah menerima order sebagai tukang ketik <em>(typist)</em> dan penerjemah naskah secara online.</p>
<p>Kegiatan kerja yang sarat dengan penggunaan komputer dan online interaktif tentunya mudah sekali untuk berkembang ke modus kerja penuh secara online. Di bidang non komputer, kawan saya tinggal di Jakarta adalah seorang analis dan pedagang saham, bekerja sendiri cukup dari rumah dengan enam unit komputer setiap jam 11 malam WIB hingga pagi hari. Karena ia adalah <em>online trader</em> untuk pasar saham di Amerika. Pekerjaan itu ia kembangkan dengan menjadi <em>advisor</em> profesional bagi pemain saham lokal. Semua dilakukan secara online. Jadi belajar, meraih ilmu dan pengalaman, dan menjual <em>knowledge</em> nya semua dari dan dengan Internet.</p>
<p>Jika memandang Internet sebagai medium komunikasi, akan banyak lagi bidang yang dapat dikerjakan secara online. Mulai negosiasi <em>(dealing)</em>, proses pengerjaan hingga penyerahan hasil nya melalui Internet. Dalam bidang seni-pun mulai maraknya galeri seni online menjadi kesempatan emas bagi seniman rupa lokal untuk masuk wilayah internasional. Sebenarnya tanpa biaya mahalpun, kepedulian pemerintah terhadap para pekerja seni dapat diwujudkan dengan membuka galeri online yang memfasilitasi karya-karya seniman Indonesia.</p>
<p>Beda dengan negara lain, masyarakat kita dari yang tradisional sampai ke modern, masih hidup di era pertanian, industri dan mulai ke masyarakat informasi. Semua bidang itu tidak saja memerlukan keterampilan penggunaan Internet secara maksimal. Di era informasi dan pengetahuan saat ini keterampilan memproduksi, mengolah dan mendistribusikan informasi sangat diperlukan semua bidang.</p>
<p>Ada korelasi bahwa jika lebar pita <em>(bandwidth)</em> Internet semakin lebar dan kecepatan akses semakin tinggi, akan semakin banyak bidang yang dapat dikerjakan secara online. Revolusi broadband Internet akan merubah semua lansekap dunia bisnis. Saat ini kita masih memerlukan jasa pengiriman paket untuk mengirim file dalam 1 buah CD/DVD. Namun jika dengan broadband Internet dalam orde megabit per detik, dokumen multimedia dapat kita kirimkan dalam volume yang lebih besar, waktu yang lebih singkat dan biaya yang lebih murah. Peluang untuk bekerja secara online pun semakin terbuka lebar.</p>
<p><strong>Kepercayaan sebagai modal.</strong></p>
<p>Sebelum bekerjasama dengan orang lain secara online, kesiapan mental dan sikap tanggung jawab terhadap diri sendiri adalah modal utama. Bekerja secara online memberi keleluasaan dalam mengatur waktu dan proses bekerja. Tanpa disiplin diri sendiri, keleluasaan waktu itu dapat menjadi bumerang hilangnya kepercayaan pihak lain terhadap kita sendiri.</p>
<p>Dunia online adalah jaringan kepercayaan <em>(network of trust)</em>. Hanya individu dan perusahaan yang punya integritas tinggi yang dapat <em>survive</em> dalam persaingan online. Kasus hilangnya kepercayaan ini menimpa sebuah perusahaan software di Indonesia yang terpaksa menghentikan penerimaan order dari luar negeri karena kualitas etos kerja SDM yang tidak dapat memenuhi komitmen bekerja secara online. Lagi-lagi masalah TI di Indonesia bukanlah masalah penguasaan teknis, tapi sikap mental memperlakukan kemudahan teknologi itu sendiri.</p>
<p>Bagi individu maupun secara organisasi, memasuki wilayah kerja secara online seringkali memerlukan referensi dari pihak lain. Memperluas jaringan kerjasama adalah juga memperluas dan membangun kepercayaan. Apabila pekerjaan yang akan diberikan atau diterima cukup strategis, beberapa kali pertemuan tatap muka secara langsung masih diperlukan.</p>
<p>Seiring dengan perkembangan Internet sebagai medium komunikasi informasi, ada kebiasaan, budaya dan perjanjian tersendiri yang patut terus dicermati. Jangan sampai kita hanya menjadi penikmat teknologi yang konsumtif tanpa produktivitas.</p>
<p><strong>LENDY WIDAYANA. Managing Partner IDD Research and Documentary</strong> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dontmissit.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dontmissit.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dontmissit.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dontmissit.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dontmissit.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dontmissit.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dontmissit.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dontmissit.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dontmissit.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dontmissit.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dontmissit.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dontmissit.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dontmissit.wordpress.com&blog=632510&post=21&subd=dontmissit&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dontmissit.wordpress.com/2007/05/23/2007-tantangan-dan-peluang-bekerja-secara-online/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>[2007] Menerapkan Teknologi Informasi Komunikasi Secara Efektif (3)</title>
		<link>http://dontmissit.wordpress.com/2007/04/25/2007-menerapkan-teknologi-informasi-komunikasi-secara-efektif-3/</link>
		<comments>http://dontmissit.wordpress.com/2007/04/25/2007-menerapkan-teknologi-informasi-komunikasi-secara-efektif-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2007 08:12:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dontmissit</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Arsip IT public knowledge-sharing]]></category>

		<category><![CDATA[Internet '90 - sekarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dontmissit.wordpress.com/2007/04/25/2007-menerapkan-teknologi-informasi-komunikasi-secara-efektif-3/</guid>
		<description><![CDATA[Sumber Arsip : SuaraSurabaya.Net, 11 April 2007
Web korporat.
Bukan Sekadar Brosur Elektronik 
Membahas situs web memang tidak akan ada habisnya. Berbagai perkembangan teknologi web dari informasi statis, dinamis hingga kini menjadi interaktif memang makin memberi banyak manfaat bagi perusahaan yang tampil di Internet. Sayangnya, berbagai kemampuan web belum dimanfaatkan secara maksimal oleh banyak perusahaan sekalipun perusahaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sumber Arsip : SuaraSurabaya.Net, 11 April 2007</p>
<p><strong>Web korporat.<br />
Bukan Sekadar Brosur Elektronik </strong></p>
<p>Membahas situs web memang tidak akan ada habisnya. Berbagai perkembangan teknologi web dari informasi statis, dinamis hingga kini menjadi interaktif memang makin memberi banyak manfaat bagi perusahaan yang tampil di Internet. Sayangnya, berbagai kemampuan web belum dimanfaatkan secara maksimal oleh banyak perusahaan sekalipun perusahaan itu telah memiliki situs web sendiri.</p>
<p>Sebuah perusahaan konglomerat di Indonesia dalam sebuah situs web pernah memuat sebuah pengumuman kegiatan dengan keterangan yang sangat minim dan membingungkan. Di bawah pengumuman itu disebutkan bahwa <em>&#8220;untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi nomor telpon dan fax dan seterusnya&#8221;. </em>  Kenapa orang harus telepon dan fax lagi untuk bertanya ? Bukankah informasi umum dapat langsung disampaikan melalui situs web ? Itulah sepenggal pergunjingan sesama pengakses situs tersebut dalam sebuah forum diskusi online.</p>
<p>Masih banyak terjadi pula bahwa dalam publikasi cetak atau online sekalipun telah tercantum alamat situs web sebuah perusahaan. Tetapi saat diakses, situs tersebut masih dalam keadaan <em>&#8220;under construction&#8221; </em>atau bahkan tidak ada sedikitpun informasi.</p>
<p><strong>One Stop Information Center</strong></p>
<p>Situs Web di Internet bukanlah sekadar brosur elektronik, tetapi perlu diposisikan sebagai <em>One Stop Information Center </em>bagi pelanggan, mitra kerja dan publik. Situs web adalah ibarat kantor yang 24 jam selalu siap melayani dengan informasi. Artinya lalu lintas informasi masuk dan keluar dapat dilakukan kapan, oleh dan dari mana saja.</p>
<p>Dari kemampuan standar seperti email misalnya, entah karena alasan privacy atau keamanan, masih banyak situs web perusahaan yang hanya mencantumkan alamat email dari webmaster atau bagian pemasarannya saja. Padahal jika diposisikan sebagai gerbang informasi perusahaan secara utuh, hal tersebut akan membuat publik kerepotan untuk menghubungi pihak yang berkompeten. Munculnya weblog atau lebih dikenal dengan blog sebagai perkembangan dari teknik guest book (buku tamu) sangat membantu perusahaan membangun web secara interaktif. Interaksi dengan komunitas dapat dibangun dengan mudah dan cepat. Karena saat ini masyarakat telah mulai banyak berharap dapat melakukan komunikasi lewat Internet.</p>
<p>Internet memiliki segudang fasilitas interaktif yang dapat diintegrasikan dengan keberadaan situs web, yaitu melalui email, chat, newsgroup dan mailing list, hingga informasi secara multimedia (audio dan video). Di sisi teknis, perpaduan web dengan teknologi WAP <em>(Wireless Application Protocol)</em> memungkinkan interaksi web untuk diakses dengan telepon selular. WAP kurang begitu populer karena sosialisasi teknologi ini oleh para operator selular memang sangat minim dilakukan. Selain itu prosedur aktivasi fasilitas ini oleh operator masih dirasakan terlalu rumit bagi pelanggan awam.</p>
<p><strong>Pemasaran, Hubungan Masyarakat hingga Hubungan ke Pelanggan.</strong></p>
<p>Ada dua sisi yaitu konten (isi) dan teknis dalam membangun situs web. Konten dan konstruksi arus informasi adalah tanggung jawab manajemen departemen yang punya relevansi dan kompetensi. Sedangkan disain dan programming dari kebutuhan konstruksi konten itulah barulah menjadi porsi dari orang disain grafis dan teknis IT. Jika masalah disain dan teknis web diserahkan pada pihak luar <em>(outsourcing)</em>, tetap saja soal konten dan efektivitas web menjadi tanggung jawab manajemen perusahaan. Apalagi menyangkut masalah aktualitas konten yang harus selalu terjaga, perlu diingat pula bahwa sebenarnya mekansime konten web korporat memerlukan mekanisme redaksi.</p>
<p>Dengan landasan cakupan geografis pasar yang akan dibidik entah dari lokal, regional sampai internasional, titik tolak membangun situs web untuk keperluan pemasaran adalah memperluas jangkauan pasar yang apabila dibandingkan dengan media cetak atau elektronik lain akan menjadi sangat mahal.</p>
<p>Agar efektif, keberadaan situs web korporat juga perlu dipublikasikan secara luas baik melalui pencatatan mesin pencari <em>(search engine)</em> Internet itu sendiri maupun pada media lain. Kerjasama <em>reciprocal content</em> dengan atau tanpa teknik RSS <em>(Really Simple Syndication) </em> antarsitus pemasok, pelanggan dan seluruh mitra bisnis akan memperluas jaring pengakses. Arti dari web itu sendiri adalah jaringan. Sehingga jika tidak dibuat jaringan yang seluas-luasnya maka keberadaannya akan tergerus arus informasi yang demikian padatnya di Internet. Memasuki kancah informasi di Internet adalah &#8220;peperangan&#8221; informasi untuk memenangkan persepsi. Bahkan banyak perusahaan multinasional yang beroperasi secara global, menempatkan para ahlinya untuk <em>nongkrong</em> dan menggiring opini publik melalui mailing list.</p>
<p>Baik untuk pemasaran, humas ataupun hubungan ke pelanggan informasi situs web sekaligus dapat bermanfaat untuk ketiga kepentingan tadi. Dengan sistem keamanan yang dibangun secara cermat situs web dapat dihubungkan langsung ke jaringan Intranet korporat. sehingga situs web adalah simpul antarmuka <em>(interface)</em> bagi seluruh keperluan informasi korporat.</p>
<p>Ada area publik untuk kepentingan pemasaran dan hubungan masyarakat. Ada pula area privat  untuk internal korporat serta area privat untuk hubungan ke pemasok. Lebih spesifik ke pemasok, kesatuan virtual dengan jaringan pemasok ini akan membentuk apa yang disebut sebagai Extranet. Aplikasi terpenting yang berjalan dalam sistem extranet adalah untuk menjamin tersedianya pasokan dari pemasok dalam sistem Supply Chain Management.</p>
<p><strong>Mendorong suksesnya sebuah web.</strong></p>
<p>Secara internal korporat ada cara yang mendorong suksesnya efektivitas sebuah situs web, yaitu dengan menempatkan dan mengintegrasikan secara aman seluruh informasi korporat dengan menggunakan antarmuka web. Saat sekarang sudah mulai banyak perusahaan yang memberi insentif dan penghargaan khusus kepada karyawan atau departemen yang telah efektif menerapkan teknologi informasi komunikasi. Perusahaan jelas tidak rugi mengeluarkan insentif seperti itu karena ada dampak meningkatnya efisiensi dan efektivitas kerja.</p>
<p>Khusus soal web untuk pemasaran, bagi para penjual yang berhasil mendapatkan pesanan secara online dan mengalihkan pesanan pembelian itu secara online layak memperoleh penghargaan. Karena bukan saja berakibat pada efisiensi internal, tetapi proses mengedukasi pasar yang berhasil ia lakukan tentu sangat bernilai. Inilah <em>knowledge economy</em> dalam era digital !</p>
<p><strong>LENDY WIDAYANA, Managing Partner IDD Research &amp; Documentary</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dontmissit.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dontmissit.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dontmissit.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dontmissit.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dontmissit.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dontmissit.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dontmissit.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dontmissit.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dontmissit.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dontmissit.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dontmissit.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dontmissit.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dontmissit.wordpress.com&blog=632510&post=20&subd=dontmissit&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dontmissit.wordpress.com/2007/04/25/2007-menerapkan-teknologi-informasi-komunikasi-secara-efektif-3/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>